Terlalu banyak orang (ilmuwan/dosen/pelajar/mahasiswa) yang sok alim, sok serius, dan sok-sok lainnya. Padahal seseriusan mereka hanyalah kedok belaka untuk menutupi ketidakmampuannya dalam belajar dan berkarya. Sangat disayangkan bila hal itu terus menerus dibiarkan tumbuh dan berkembang di negri ini.
Pemakaian bahasa Sunda dalam tulisan ini adalah salah satu upaya penulis untuk memperkenalkan bahasa daerah ke masyarkat luas sebagai wujud rasa cinta penulis pada bahasanya, wajar-wajar saja kalau sesekali atau seringkali anekdot Sunda muncul. Lihat saja Gorys Kerraf dalam karya-karyanya selalu menonjokan bahasa lamalera, begitu juga Yus Badudu dengan bahasa Gorontalo-nya itu sah-sah saja. Mengapa anda-anda (khususnya orang sunda/mahasiswa sunda) begitu alergi dengan bahasanya sendiri?
Lihatlah orang batak, Menado,Aceh, jawa, dan saudara-saudara Kita sebangsa dan setanah-air lainnya begitu cinta dan sayang dengan bahasanya sendiri. Mengapa kita (orang sunda ) tidak?!
Mau sabar bagaimana. Kalau non sunda yang ngeritik, aku terima dengan lapang dada. Tapi ini …. Urang sunda! Pan, pikasebeleun! Pantesan bae, bahasa sunda arek ancur oge da nonoman sunda-na geus ngarasa gengsi ngaku jeung ngagunakeun bahasa nenek moyangna. Mereka lebih merasa gaya dengan bahasa asing, leuheung mun bener mah. Ieu mah, teu kahilir teu kagirang.
©©©
yang sangat penting dalam Grammar (tata-bahasa) Bahasa Inggris. Ia membatasi kajiannya pada bagian yang membuat susunan kalimat (pola kalimat) yang sesuai dengan waktu terjadinya peristiwa yang di maksud dan terikat pola atau rumus yang telah ditentukan.
Untuk lebih mempermudah belajar tenses dalam buku ini, sebaiknya diketahui dulu hal-hal berikut ini:
Subject (subjek) adalah pokok kalimat dan selalu berbentuk kata benda (noun),
Predicate (predicate) adalah jabatan ( kata kerja yang menerangkan subjek ),
Adverb ( kata keterangan / tambahan )
Prepositions ( kata depan)
Conjunctions (kata samping)
Interjections ( kata seru)
Hal yang terpenting yang harus di ketahui dalam menyusun kalimat bahasa inggris adalah banyaknya perubahan, baik dalam kata benda (noun) maupun dala kata kerja (verb) atau kata kerja Bantu (modal auxiliary verb). Perubahankata benda (noun) lebih banyak di pengaruhi oleh tempat atau posisinya dalam kalimat, contoh:
she is waiting for me. “Dia sedang menunggu saya”. ( She = subjek, Me = objek)
I am waiting for her. “saya sedang menunggunya (dia)”. ( I = subjek, Her = objek)
they like you. ” mereka suka kamu” (they = subjek, You = objek )
you like them. “kamu suka meraka” . (you = subjek, them = objek)
Predicate, dalam susunan kalimat bahasa inggris selalu dalam bentuk verba (verb) atau verba Bantu (modal auxiliary verbs), ia selalu mengalami perubahan dalam setiap waktu (tense). Sehimgga untuk mengetahui jenis atau nama setiap tense, cukup dengan melihat predicate-nya saja.
Simak contoh-contoh kallimat kalimat berikut ini:
“Dia (prp.) adalah seorang siswi”
She was a student. ( Was menunjukan waktu lampau).
She will be a student. ( Will be menunjukan waktu akan datang)
She has been a student. ( Has been menunjukan telah terjadi). Dan seterusnya.
I write a letter. (Menunjukan waktu sekarang/kebiasan).
I wrote a letter. (Menunjukan waktu lampau).
I am writting a letter. (Menunjukan waktu sedang berlangsung sekarang). Dan seterusnya.
Dalam tulisan sederhana ini, akan di uraikan sejelas dan selengkap mungkin bagaimana membuat dan memahami berbagai kalimat mulai dari yang sederhana kepada yang agak komplek. Disamping itu, sangat diharapkan para pembelajar pemula kunci sukses yangn palimg menentukan.
Perlu diketahui bahwa dalam bahasa Indonesia tidak dikenal istilah verb Bantu dan tenses. Oleh karena itu, sebaiknya dipelajari dulu hal-hal yang asing dan kemudian kita bisa membandingkannya, baik persamaan maupun perbedaannya, antara bahasa Inggris dengan bahasa Indonesia.